top of page

DIUBAH MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR KRISTUS

1 day ago
3 min read

Okt 2026 | 12 - 18 Okt 2026


Roma 8:29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuan Allah bagi kita lebih besar daripada sekadar membuat keadaan kita menjadi lebih mudah. Roma 8 mengungkapkan bahwa Allah sedang membentuk umat-Nya untuk menjadi semakin seperti Yesus. Hal ini memberi kita perspektif yang berbeda tentang transformasi: Allah dapat memakai bahkan kesulitan, masa-masa menanti, kekecewaan, dan kelemahan sebagai bagian dari pekerjaan-Nya di dalam diri kita. Gagasan utama dari kata "serupa" dalam bahasa Yunani adalah symmorphos, yang membawa arti berbagi bentuk atau keserupaan yang sama. Jadi, transformasi ini terutama bukanlah perilaku lahiriah; melainkan sebuah pekerjaan batiniah yang semakin menghasilkan karakter, kerinduan, sikap, dan tindakan yang menyerupai Kristus. Mari kita lihat apa yang dapat kita pelajari dari ayat ini:


1) Allah menggunakan setiap musim untuk membentuk kita.

Roma 8:28 tidak mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi itu baik. Ayat tersebut mengatakan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Ayat 29 kemudian menunjukkan kepada kita bagian dari kebaikan tersebut: menjadi semakin seperti Kristus. Terkadang situasi tidak langsung berubah karena Allah sedang melakukan sesuatu yang lebih dalam di dalam diri kita. Ini tidak berarti bahwa semua yang terjadi pada kita adalah baik, ataupun Allah menyetujui kejahatan, penderitaan, atau ketidakadilan. Roma 8:28 mengatakan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu. Kekuatan dari janji ini bukanlah bahwa setiap keadaan itu baik, melainkan bahwa Allah sanggup bekerja bahkan melalui keadaan yang tidak baik untuk menyelesaikan tujuan-tujuan-Nya.



Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah dapat menggunakan musim yang berbeda-beda untuk mengembangkan berbagai aspek karakter Kristus di dalam diri kita. Musim tertentu dapat mengajarkan kesabaran dan rasa percaya. Kekecewaan dapat menyingkapkan di mana letak rasa aman kita yang sebenarnya. Konflik dapat mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, dan kasih karunia. Kelemahan dapat mengajarkan kebergantungan kepada Allah. Keberhasilan dapat mengajarkan rasa syukur dan penatalayanan yang baik. Bahkan doa yang belum terjawab dapat memperdalam penyerahan diri kita kepada hikmat Allah.


2) Transformasi terjadi melalui pekerjaan Roh Kudus. 

Kita tidak dituntut untuk mengubah diri kita sendiri dengan kekuatan kita sendiri. Roh Kudus tinggal di dalam diri orang-orang percaya, memberikan kehidupan, memimpin kita, dan membantu kita mengatasi pola-pola dari manusia lama kita. Tanggung jawab kita adalah untuk terus-menerus merespons pimpinan-Nya.


Roma 8:13-14

Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Roh Kudus selalu berusaha menginsafkan kita, tetapi kita harus merespon dengan bertobat. Dia mungkin menyingkapkan sikap yang tidak sehat, kita harus menyerahkannya. Dia mungkin menggerakkan kita untuk mengampuni, kita harus memilih untuk mengampuni. Dia mungkin mengingatkan kita akan Firman Tuhan, kita harus mentaati-Nya. Dia mungkin menyingkapkan kesombongan, kita harus merendahkan diri. Sebagai contoh, andaikan seseorang menyakiti kita. Manusia lama kita mungkin akan segera berkata: Balaslah. Bela dirimu. Pastikan mereka tahu bahwa mereka salah. Namun Roh Kudus mengingatkan kita akan pikiran Kristus: Ampunilah. Berbicaralah dengan kasih karunia. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Serahkanlah keadilan kepada Allah. Pada saat itulah, transformasi sedang terjadi ketika kita merespons Roh daripada sekadar mengikuti reaksi alami kita.

 

Refleksi : 

Allah belum selesai dengan kita. Setiap hari Dia mengundang kita untuk berpikir secara berbeda, berserah lebih dalam, dan menjadi semakin seperti Kristus. Transformasi yang berkesinambungan bukanlah tentang menjadi versi yang sedikit lebih baik dari diri kita sendiri; melainkan tentang menjadi semakin seperti Yesus.



Referensi




 
 
 

Comments


bottom of page