top of page

SOLA SCRIPTURA: BERDIRI TEGUH DI ATAS FIRMAN TUHAN MELINTASI SETIAP GENERASI

  • Apr 28
  • 2 min read

Mei 2026 | 18-24 MEI 2026


2 Timotius 3:14-17

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Surat 2 Timotius adalah surat terakhir Rasul Paulus, yang ditulis saat ia berada di penjara menjelang akhir hayatnya. Ia menulis kepada Timotius, anak rohaninya, mendesaknya untuk tetap setia di masa ketika pengajaran sesat, kemerosotan moral, dan tekanan budaya semakin meningkat.

Dalam pasal 3, Paulus membandingkan kerusakan di hari-hari terakhir dengan kebenaran Kitab Suci yang kekal. Ia mengingatkan Timotius bahwa meskipun dunia berubah, Firman Tuhan tetap menjadi dasar bagi kebenaran, teguran, dan hidup yang benar.


Ini menjadikannya pesan yang sangat tepat untuk ulang tahun C3: saat gereja merenungkan perjalanannya, ia harus bertanya: Apa yang telah menopang kita? Apa yang akan membimbing kita ke depan?


Istilah Sola Scriptura (Berdasarkan Firman Saja) muncul selama Reformasi Protestan, yang menekankan bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi bagi iman dan kehidupan.


Ulang tahun bukan sekadar merayakan bertambahnya usia, melainkan tentang meneguhkan kembali dasar-dasar kita. Bangunan gereja mungkin menua, kepemimpinan mungkin berganti, program mungkin berkembang, tetapi Firman Tuhan tetap tidak berubah. Nasihat Paulus kepada Timotius menjadi nasihat Tuhan bagi gereja untuk tetap berpegang pada apa yang telah kita pelajari dan tetap berlabuh di dalam Kitab Suci.


Dari ayat-ayat ini, mari kita pelajari kebenaran-kebenaran yang berbicara kepada kita:


1) Kitab Suci Adalah Dasar Kita yang Tidak Berubah

Paulus menasihati Timotius untuk memegang teguh apa yang telah ia pelajari dan yakini. Meskipun dunianya penuh ketidakpastian—sama seperti dunia kita sekarang, di mana kebenaran diputarbalikkan dan orang-orang mengikuti keinginan mereka sendiri—Paulus tidak mengarahkannya pada tren yang berubah-ubah atau pengalaman manusia, melainkan kembali kepada Firman Tuhan yang tidak berubah.

Bagi gereja, kekuatan kita bukan terletak pada tradisi, karisma, atau program, melainkan pada Firman Tuhan yang dinyatakan. Hanya Firman Tuhan saja yang:

  • Dapat diandalkan ketika budaya bergeser.

  • Kokoh ketika keadaan berubah.

  • Berotoritas ketika pendapat-pendapat saling bertentangan.

Gereja yang berdiri di atas Kebenaran Firman Tuhan akan tetap berdiri melintasi generasi.


2) Kitab Suci Memperlengkapi Gereja dalam Setiap Musim

Paulus menyatakan bahwa segala tulisan (Kitab Suci) diilhamkan oleh Allah dan bermanfaat untuk: mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Ini berarti Kitab Suci tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif.

  • Membentuk doktrin (apa yang kita percayai).

  • Memperbaiki arah (saat kita hanyut/menyimpang).

  • Membentuk karakter (menjadi siapa kita).

  • Memperlengkapi misi (apa yang kita lakukan).

Ayat 17 mengatakan: "Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."


Refleksi

Saat kita merayakan ulang tahun ini, kita mengucap syukur atas: Kesetiaan Tuhan di masa lalu, penyediaan Tuhan di masa sekarang, dan janji Tuhan untuk masa depan. Di atas segalanya, kita meneguhkan kembali hal ini: dasar kita tidak dibangun di atas tradisi yang teruji waktu, melainkan di atas Kitab Suci itu sendiri. Masa depan kita tidak diamankan oleh strategi manusia, melainkan oleh Firman Tuhan saja.


Referensi




Comments


bottom of page