PERUBAHAN BUKAN PENYAMARAN
- Jan 2
- 2 min read
Jan 2026 | 12 - 18 Jan 2026

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Transformasi yang Dilakukan Tuhan Bersifat Internal Sebelum Terlihat.
Ketika Paulus mendesak orang percaya untuk "diubahkan," ia menggunakan kata yang berbicara tentang perubahan pada tingkat bentuk dan esensi. Transformasi sejati dimulai dari dalam—pada tingkat pikiran, hati, dan keinginan terdalam kita.
Perilaku dapat berubah karena banyak alasan: tekanan, ketakutan, atau kebiasaan. Tetapi metamorfosis dimulai ketika Tuhan memperbarui cara kita melihat realitas—cara kita memahami Dia, diri kita sendiri, dan dunia. Saat pikiran diperbarui, kehidupan pun mengikuti.
Tuhan tidak mulai dengan memperbaiki tindakan kita; Dia mulai dengan membentuk kembali visi kita.
Transformasi Adalah Karya Roh Kudus, Bukan Usaha Diri Sendiri
Dalam 2 Korintus 3:18, Paulus mengatakan bahwa kita “sedang diubah” menjadi gambar Kristus. Bentuk pasif itu penting. Ini bukanlah sesuatu yang kita hasilkan melalui kemauan sendiri; ini adalah sesuatu yang Allah kerjakan saat kita memandang Dia.
Peran kita bukanlah untuk melakukan transformasi, tetapi untuk tetap terbuka dan responsif untuk memandang Kristus dalam penyembahan, ketaatan, dan kepercayaan. Saat kita melakukannya, Roh Kudus dengan tenang dan pasti membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus, “dari kemuliaan ke kemuliaan.”
Kita tidak berusaha untuk menjadi seperti Kristus; kita menyerahkan diri agar karakter Kristus dapat dibentuk di dalam kita.
Refleksi :
Transformasi alkitabiah bukanlah perubahan penampilan religius, melainkan metamorfosis yang digerakkan oleh Roh Kudus. Tuhan tidak meminta kita untuk berpura-pura, berakting, atau memoles diri kita sendiri. Dia mengundang kita untuk berpartisipasi dalam hidup-Nya, membiarkan Dia membentuk kita dari dalam ke luar.
Mari kita bertanya pada diri sendiri:
Di area mana saya mungkin mengandalkan perubahan lahiriah dahulu daripada pembaharuan batiniah?
Seperti apa jadinya jika kita tetap sabar dan terus fokus secara sengaja “memandang Tuhan”?
Bagaimana mempercayai pekerjaan Roh Kudus yang dapat membebaskan saya dari perjuangan untuk berubah?
Referensi




Comments