top of page

MENINGGALKAN YANG LAMA & MENGAMBIL HAL BARU DARI TUHAN

Dec 2025 | 22-28 Dec 2025

ree

firman-Nya: ”Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. - Yesaya 43 : 18 - 19  


Yesaya 43 ditulis untuk umat Tuhan pada saat mereka masih berada dalam pengasingan dan menghadapi realita tersebut. Masa lalu mereka terisi dengan kegagalan, ketidaktaatan yang berulang - ulang, dan konsekuensi yang menyakitkan. Tetapi, Firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka bukanlah sebuah penghakiman, melainkan pengharapan. Ia mengingatkan mereka tentang perbuatan-Nya yang ajaib, lalu mengingatkan mereka untuk tidak melekat pada hal - hal yang lama, karena Tuhan hendak membuat sesuatu yang baru, yaitu sesuatu yang melebihi apa yang pernah mereka lihat sebelumnya. 


Hal ini mengungkapkan bahwa Tuhan tidak dibatasi oleh masa lalu kita, kegagalan kita, ataupun padang belantara kita. Saat tahun 2025 berakhir dan tahun 2026 dimulai, janji yang sama berbicara kepada kita bahwa Tuhan belum selesai dan Ia sedang mempersiapkan hal yang baru. 


  1. Lepaskan Hal - Hal Yang Menahan Kita

”Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!...”

Tuhan tidak mengatakan bahwa ingatan kita hilang, tetapi kita tidak boleh membiarkan masa lalu menentukan masa depan kita. Sering kali, hal tersulit dalam melangkah maju bukanlah apa yang ada di depan, melainkan apa yang ada di belakang. Ini termasuk :

  1. Kegagalan masa lalu yang membuat kita merasa tidak berharga

  2. Luka masa lalu yang masih terasa sakit

  3. Keberhasilan masa lalu yang membuat kita nyaman

  4. Musim-musim yang telah berlalu yang tidak lagi sesuai dengan tujuan Tuhan membawa kita

Jika kita terlalu berpegang teguh pada apa yang telah terjadi, kita tidak dapat menerima apa yang Tuhan lakukan selanjutnya. Melepaskan adalah sebuah tindakan iman. Itu seperti menyatakan, bahwa masa lalu kita tak lagi mampu membimbing kita dan hanya Tuhan yang mampu membimbing kehidupan kita.


  1. Menyambut Sesuatu Baru Yang Tuhan Sedang Kerjakan 

… Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?...


Pekerjaan baru Tuhan seringkali dimulai dengan ketenangan, seperti mata air yang muncul dari tanah kering, tetapi selalu memiliki tujuan. Hal baru itu bisa berupa:

  1. Tingkat kedewasaan spiritual yang baru

  2. Panggilan atau tanggung jawab baru

  3. Penyembuhan di area yang rusak

  4. Peluang baru yang sebelumnya tertutup

  5. Semangat baru untuk Yesus


Namun pertanyaan kunci dari Tuhan adalah: "Apakah kita menyadarinya?" Terkadang hal baru sudah terjadi, tetapi kita melewatkannya karena:

  1. Kita terlalu fokus pada kekecewaan masa lalu

  2. Kita berharap Tuhan akan bertindak dengan cara yang sama seperti yang Dia lakukan sebelumnya

  3. Kita mengabaikan permulaan yang kecil


Tuhan sedang membuka jalan di tempat-tempat terpencil, area kehidupan kita yang terasa tandus atau macet dan Dia sedang menempatkan aliran air di tanah tandus, tempat-tempat yang terasa kering dan tanpa harapan.


Refleksi:

  1. Bagian mana dari tahun lalu yang perlu kita serahkan kepada Tuhan–kegagalan, penyesalan, ketakutan, atau bahkan kesuksesan?

  2. Di area mana kita merasakan Tuhan mencoba melakukan sesuatu yang baru dalam kehidupan kita?

  3. Apakah ada bagian dari hati kita yang perlu dibersihkan agar kita dapat memberi ruang bagi pekerjaan Tuhan yang baru?


Saat kita mengakhiri tahun 2025, Tuhan tidak memanggil kita untuk mundur. Dia memanggil kita untuk maju. Hal-hal baru sudah mulai bermunculan, rangkullah itu dengan iman yang kita miliki. 


Referensi



ree

 
 
 

Comments


bottom of page