HARAPAN YANG TERJALIN DALAM PENANTIAN (QAVAH)
- Care City Church

- Nov 26, 2025
- 2 min read
Dec 2025 | 1-7 Dec 2025

Ratapan 3:25
Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
Di tengah duka dan kehancuran, Nabi Yeremia menuliskan kata-kata ini sebagai pernyataan harapan yang tenang dari abu kehancuran Yerusalem. "Tuhan itu baik bagi orang yang menantikan Dia." Kata Ibrani ‘menanti’ di sini adalah Qavah, sebuah kata yang tidak berarti bermalas - malasan secara pasif. Sebaliknya, kata ini menggambarkan sebuah penantian yang aktif, seperti tali yang dipilin lebih kencang, semakin kuat di bawah tekanan.
Oleh karena itu, dalam proses menantikan Tuhan, kita bukan hanya berdiam diri, melainkan kita harus memperkuat iman kita sambil percaya bahwa Dia akan bertindak pada waktu-Nya yang tepat.
Berikut adalah wawasan yang dapat kita petik dari Ratapan 3:25:
Qavah adalah Penantian dengan Iman yang Aktif, Bukan Penantian yang Pasif
Penantian yang digambarkan Yeremia bukanlah sebuah kepasrahan, melainkan sebuah keterlibatan. Selagi kita menanti, kita mencari Tuhan (“bagi jiwa yang mencari Dia”). Penantian sejati melibatkan doa, penyembahan, dan penyerahan diri. Kita terus bertahan, bukan karena kita sudah melihat jawabannya, melainkan karena kita mengenal Dia yang memberi jawaban. Di saat-saat hening, apakah kita masih mencari hadirat Tuhan, atau sudahkah kita berhenti berharap Dia akan bertindak?
Qavah Membangun Kekuatan Melalui Tekanan
Akar dari qavah adalah tali yang tegang, semakin dipelintir, semakin kuat jadinya. Demikian pula, iman kita diperkuat melalui tekanan penantian. Penantian adalah cara Tuhan menenun ketekunan ke dalam jiwa kita. Alih-alih bertanya, "Berapa lama?", dapatkah kita bertanya pada diri sendiri, "Apa yang Engkau kuatkan dalam diriku, Tuhan, sementara aku menanti?"
Qavah Menjangkarkan Harapan pada Karakter Tuhan
Yeremia tidak berkata, "Situasinya akan baik." Ia berkata, "Tuhan itu baik." Harapan kita tidak berlabuh pada keadaan yang berubah-ubah, melainkan pada kebaikan Allah yang tak pernah berubah. Qavah berarti mengikatkan harapan kita dengan aman pada kesetiaan-Nya, bahkan ketika hasilnya tetap tak terlihat. Ketika kita tak dapat menelusuri tangan Allah, akankah kita tetap mempercayai hati-Nya?
Refleksi :
Qavah berarti menanti dengan penuh pengharapan, bukan karena kita mengerti, melainkan karena kita percaya. Kebaikan Tuhan tidak berkurang karena penundaan. Kebaikan itu seringkali terungkap paling dalam dalam penantian. Dia mengajar kita untuk menanti dengan iman, bukan frustasi, melainkan untuk berharap, percaya, dan mencari-Nya di setiap musim. Dia menguatkan kita saat kita menantikan kebaikan-Nya terungkap pada waktu-Nya yang sempurna.
Referensi





Comments