top of page

KASIH TELAH DATANG TURUN

Dec 2025 | 15-21 Dec 2025

ree

Yohanes 1:14

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Injil Yohanes dibuka dengan pernyataan yang mendalam : Yesus adalah Firman yang kekal, Allah sendiri, yang melangkah ke dalam sejarah manusia. Berbeda dengan Injil-injil lain yang dimulai dengan silsilah atau kisah kelahiran, Yohanes memulainya dengan teologi. Ia ingin kita memahami bahwa Natal bukan sekadar tentang bayi di palungan; melainkan tentang Allah yang menjelma menjadi manusia. Ketika manusia tak mampu menjangkau Allah, Kasih itu datang untuk menjangkau kita. Yesus memasuki dunia kita yang rusak ini, bukan sebagai raja dengan kuasa duniawi, melainkan sebagai hamba yang rendah hati untuk menyatakan isi hati Allah.


  1. Kasih Datang untuk Mengungkapkan Siapakah Tuhan Sebenarnya

Yohanes berkata Yesus datang “Penuh dengan Kasih Karunia dan Kebenaran.”

Dalam dunia yang penuh dengan penyimpangan, kerenggangan, amarah, atau bahkan ketidak tertarikan terhadap Tuhan, Yesus menunjukkan kepada kita figur Tuhan yang sebenarnya. Dia bukan Allah yang menunggu kita untuk datang kepada Dia. Dia adalah Tuhan yang bergerak menuju kita, masuk dalam kegelapan, merasakan kemanusiaan dan kesakitan kita. Dalam Yesus, kasih karunia dan kebenaran bertemu secara sempurna : kasih karunia yang menyambut kita dan kebenaran yang mengubahkan kita. 


  1. Kasih Datang untuk Membawa Kita Masuk Dalam Keluarga Allah

Hanya dalam beberapa ayat kemudian, Yohanes menuliskan “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, …” (Yohanes 1 : 12)

Yesus tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi Ia datang untuk mengadopsi. Ia masuk kedalam dunia kita supaya kita dapat masuk kedalam kerajaan-Nya. Dengan datang kedunia, Ia dapat mengangkat kita, memberikan identitas baru, pengharapan yang baru dan tempat yang aman dalam rumah Bapa. Kasih Tuhan tidak hanya mengampuni, tetapi kasih Tuhan memulihkan, mengadopsi dan memberikan kita nama yang baru, anak Allah. 


Refleksi : 

Apakah kita sudah mengijinkan realita kedekatan Tuhan melalui Yesus membentuk cara pandang kita tentang kehidupan? Apakah kita hidup sebagai seseorang yang sangat dikasihi dan telah diadopsi sepenuhnya oleh Tuhan? Disaat kita kesepian, merasa takut atau sedang dalam kondisi yang tidak pasti, apakah kita ingat bahwa Tuhan yang adalah Kasih itu sendiri telah hadir dalam hidup kita? Biarkan kebenaran ini ditetapkan, bahwa kita tidak mencari Tuhan sendiri, tetapi Dia juga turun tangan untuk kita.



Referensi



ree

 
 
 

Comments


bottom of page