IMAN YANG TIDAK TERGOYAHKAN
- Care City Church

- Jun 30, 2025
- 3 min read
Jun 2025 | 30 Jun - 6 Jul 2025

Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: ”Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Dalam hidup selalu ada hal-hal yang dapat mengguncang kita, baik melalui kehilangan secara tiba - tiba, doa yang tak terjawab, atau bahkan saat kita merasa Tuhan jauh dari kita. Pada saat tersebut, iman kita dapat terasa begitu rapuh. Namun, Yesus mengingatkan kita dalam Matius 17:20 bahwa iman sebesar biji sesawi, yang begitu kecil pun memiliki kekuatan yang sangat besar. Hal tersebut bukan berbicara tentang ukuran iman yang kita miliki, tetapi tentang kekuatan Tuhan yang kita percayai. Ketika tanah yang kita pijak bergetar atau terasa bimbang, bukan kestabilan kita yang terpenting, tetapi yang terpenting ialah kepercayaan kita kepada pribadi Tuhan yang tidak berubah. Ayat ini mengajak kita untuk menguatkan hati kita dalam kebenaran bahwa iman, tidak peduli seberapa kecilnya, dapat memindahkan gunung jika diletakkan dengan kokoh di tangan Allah yang setia. Bagaimana kita seharusnya memahami gagasan bahwa iman dapat memindahkan gunung?
Kekuatan Tuhan Yang Menggerakkan Gunung
Yesus menunjuk pada kurangnya iman para murid. Yesus tidak mengutuk para murid karena iman mereka yang kurang; Ia mencoba menunjukkan betapa pentingnya iman dalam pelayanan mereka di masa depan. Kuasa Allah, bukan iman kita, yang menggerakkan gunung, tetapi iman harus hadir untuk melakukannya. Biji sesawi adalah biji terkecil yang diketahui. Namun seperti biji sesawi yang tumbuh menjadi tanaman kebun yang besar (13:31-32), bahkan "benih" iman yang kecil pun sudah cukup. Ada kuasa yang besar bahkan dalam iman yang kecil ketika Tuhan bersama kita. Jika kita merasa lemah atau tidak berdaya sebagai orang Kristen, kita harus memeriksa iman kita, memastikan bahwa kita tidak percaya pada kemampuan kita sendiri untuk mendapatkan hasil, tetapi pada kemampuan Tuhan. Jika kita menghadapi masalah yang tampaknya sebesar dan tak tergoyahkan seperti gunung, kita harus mengalihkan pandangan kita dari gunung dan memandang Kristus untuk mendapatkan lebih banyak iman. Maka, seperti yang Yesus janjikan, tidak ada yang mustahil. Bukan "jumlah" iman yang penting; melainkan, kuasa Allah yang tersedia bagi siapa pun dengan iman yang terkecil sekalipun. Kita tidak akan gagal ketika kita memiliki iman.
Iman Tidak Memberikan Akses Tak Terbatas Kepada Kekuatan Supranatural
Orang-orang zaman dahulu menganggap gunung-gunung berakar jauh di dalam bumi, sehingga “kemampuan untuk memindahkan gunung” merupakan gambaran khas bagi para rabi Yahudi untuk melakukan sesuatu yang secara kasat mata mustahil. Yesus menggarisbawahi pentingnya iman dan menyatakan bahwa tidak ada satu pun gunung kita yang dapat berdiri di menghadapi iman kita.
Pernyataan luar biasa ini banyak disalah artikan sebagai:
Jika Anda sakit dan sudah berdoa namun tidak sembuh, anda memiliki masalah serius dengan iman.
Apa pun yang Anda doakan harus terjadi. Anda memiliki kekuatan ajaib atas orang lain dan peristiwa lain.
Pegunungan Himalaya sendiri dapat dipindahkan, jika iman Anda cukup kuat.
Jadi, mari kita perjelas: Iman tidak memberikan akses tak terbatas kepada kekuatan supranatural. Iman tidak menjadikan Tuhan sebagai jin pribadi Anda untuk memenuhi apa pun yang Anda inginkan. Bahkan dengan iman yang dalam dan sejati, Tuhan tetap memegang kendali. Rencana dan hikmat-Nya lebih tinggi daripada kita. Terkadang Dia berkata ya, terkadang tidak, dan terkadang Ia berkata kepada kita untuk menunggu, bahkan saat iman kita kuat.
Iman Bersifat Relasional, Bukan Transaksional
Iman berbicara tentang hubungan kita dengan Tuhan, bukan transaksi untuk mendapatkan kekuasaan. Iman adalah tentang mempercayai siapa Tuhan itu, bukan menggunakan Dia untuk apa yang dapat Dia lakukan. Kekuatan iman terletak pada menyelaraskan hati kita dengan hati Tuhan, bukan pada memaksakan kehendak-Nya.
Dalam Ibrani 11 tertulis list nama orang - orang yang memiliki iman yang besar. Beberapa dari mereka yang memiliki iman yang besar tersebut karena mereka menerima mukjizat, tetapi beberapa yang lain mengalami penderitaan bahkan sampai kematian, mereka tetap memiliki iman yang besar, semua nya tetap dipuji karena iman yang mereka miliki.
Begitu pula dengan kisah Paulus dalam Kitab 2 Korintus 12:7–9, Paulus berdoa memohon kesembuhan, tetapi Tuhan berkata kepadanya, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Bahkan Paulus tidak mendapatkan semua yang dimintanya, meskipun ia memiliki iman yang besar.
Refleksi :
Ayat ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati dengan iman kita. Iman bukan tentang mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi tentang mempercayai Tuhan, yang tahu apa yang terbaik. Bahkan sedikit iman itu penting bagi Tuhan, dan Dia senang ketika kita percaya kepada-Nya. Di mana ada iman yang sejati, Tuhan sedang bekerja. Jadi setiap hari, mintalah Tuhan untuk membantu iman kita untuk dapat bertumbuh, dan bersyukurlah kepada-Nya bahwa kita tidak pernah sendirian.
Referensi





Comments