top of page

KEMERDEKAAN KRISTUS YANG TIDAK TEGOYAHKAN

Aug 2025 | 4-11 Aug 2025

ree

Galatia 5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Kristus telah memerdekakan kita, karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perbudakan.


Bulan ini, kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dan Hari Nasional Singapura. Ketika suatu bangsa merdeka, ia juga memperoleh kebebasan untuk memerintah dirinya sendiri, membuat keputusan sendiri, membentuk masa depannya tanpa kendali eksternal, dan memberikan kemampuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai, identitas, dan aspirasi rakyatnya. Kebebasan adalah salah satu kata yang paling dihargai dalam sejarah manusia. Banyak bangsa masih memperjuangkannya, orang-orang merindukannya, namun banyak yang tidak pernah mengalami kebebasan yang benar-benar memuaskan. Alkitab memberitahu kita bahwa ada kebebasan yang lebih besar daripada kebebasan politik atau otonomi pribadi yaitu kebebasan yang datang dari Kristus.


Ketika Paulus menulis surat kepada jemaat Galatia, ia sedang menghadapi jemaat yang telah merasakan kebebasan ini di dalam Kristus, tetapi mulai kembali kepada legalisme agama. Mereka tergoda untuk mengukur nilai mereka berdasarkan aturan, ritual, dan usaha manusia. Pesan Paulus yang mendesak itu jelas bahwa Kristus telah memerdekakan mereka dan jangan kembali lagi kepada perbudakan!


Ayat ini membantu kita memahami kebebasan sejati yang kita miliki di dalam Kristus, yaitu kebebasan dari dosa, legalisme, dan belenggu rohani. Ayat ini juga mendorong kita untuk tetap berdiri teguh dan tak tergoyahkan. Mengapa ini penting? Karena…


  1. Kemerdekaan Kita Aman dan Penuh Dalam Yesus


Yohanes 8:36

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Kata “benar-benar” menonjolkan kedalaman dan realita dari kebebasan ini. Hal tersebut bukan hanya sebuah perasaan atau kondisi yang sementara, tetapi hal itu benar dan kekal.


  1. Kemerdekaan Kita dari Rasa Bersalah dan Kematian adalah Kemerdekaan yang Tidak Dapat Digoyahkan oleh Masa Lalu



Roma 8:1-2

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Hal itu berarti melalui Yesus, orang percaya dibebaskan dari rasa malu dan hukuman atas dosa-dosa mereka di masa lalu. Kemerdekaan tersebut kuat dan tak tergoyahkan, tidak dapat dibatalkan atau terancam oleh apa pun yang telah mereka lakukan sebelumnya.


Ini adalah pesan harapan dan kepastian : Masa lalu kita tidak memiliki kuasa untuk mengendalikan masa kini atau masa depan kita di dalam Kristus, karena kita sudah benar-benar merdeka.


  1. Kebebasan Melalui Roh Bukan Hanya Berarti Bebas Dari Dosa, Tetapi Juga untuk Hidup Dengan Berani, Penuh Sukacita, dan Memiliki Tujuan.



2 Korintus 3:17

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Hal ini bukan hanya berbicara tentang kita dibebaskan oleh Yesus dalam satu peristiwa, melainkan kebebasan berkelanjutan yang diberdayakan dan dibimbing oleh Roh Kudus. Kebebasan ini bukan hanya tentang terbebas dari kuasa dosa atau rasa bersalah. Melainkan juga tentang hidup dengan penuh keberanian, penuh sukacita, dan memiliki tujuan. Roh Kudus memampukan orang percaya untuk hidup dengan cara yang positif yaitu dengan percaya diri, bahagia, dan bermakna. 


Refleksi : 

Ingatlah selalu, kemerdekaan yang kita miliki tidak pasif, kita harus secara aktif menghidupinya. Paulus berkata, "berdirilah teguh." dan "jangan goyah." Itu berarti kebebasan kita harus dijaga. Kebohongan, ketakutan, suka membanding-bandingkan, atau godaan akan mencoba menarik kita kembali ke dalam perbudakan. Namun, kebebasan kita di dalam Kristus tak tergoyahkan, bukan karena kekuatan kita, melainkan karena karya-Nya yang telah selesai di kayu salib. Marilah kita saling menguatkan untuk berjalan dengan percaya diri dan berani dalam kebebasan itu, bahkan ketika hidup terasa tidak stabil.


Referensi



ree

Comments


bottom of page