PENGHARAPAN DARI TUHAN YANG TAK TERGOYAHKAN
- Care City Church

- Sep 25, 2025
- 2 min read
Oct 2025 | 27 Oct - 2 Nov 2025

Mazmur 25:5
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Hidup ini penuh dengan persimpangan jalan, saat-saat di mana kita harus memutuskan jalan mana yang harus ditempuh, suara mana yang harus didengarkan, dan di mana kita harus bersandar. Di saat-saat seperti ini, Mazmur 25:5 mengingatkan kita bahwa bimbingan sejati hanya datang dari Allah. Doa Daud bukan hanya untuk meminta bimbingan, tetapi juga menempatkan hati pada posisi yang terus-menerus ingin diajar dan dibentuk oleh kebenaran Allah. Ayat ini menantang kita untuk tidak bersandar pada perasaan sesaat atau hikmat duniawi, melainkan pada kebenaran Juruselamat kita yang tak pernah berubah.
Berikut 3 wawasan kunci yang dapat kita petik dari ayat ini:
Kebenaran Firman Tuhan adalah Panduan Hidup Kita
Daud berdoa, "Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu..." karena ia memahami bahwa hikmat manusia terbatas. Dunia menawarkan begitu banyak pendapat, tetapi hanya Firman Tuhan yang mutlak. Ketika kita membiarkan kebenaran-Nya membimbing kita, langkah kita teguh, dan arah kita menjadi jelas.
Ajaran Tuhan Membentuk Hati Kita
Daud melanjutkan, "...dan ajarlah aku..." yang menunjukkan kerendahan hati dan kesediaannya untuk dikoreksi. Memiliki sikap hati yang mau diajar sangatlah penting dalam perjalanan hidup orang Kristen. Allah tidak hanya ingin memberi kita jawaban, tetapi Dia juga ingin membentuk karakter kita dan memperbarui pikiran kita melalui kebenaran-Nya.
Tuhan Adalah Juru Selamat dan Pengharapan Kita
Dalam Mazmur 25 : 5, kata 'berharap atau menanti nantikan' berasal dari akar kata Ibrani qavah. Secara harfiah, qavah mengandung makna 'mengikat' atau 'memutar menjadi tali', seperti menenun untaian menjadi tali yang kuat. Dari gambaran ini, kata tersebut berkembang menjadi makna kiasan : menanti dengan penuh harap, memandang dengan penuh harap, atau berharap dengan penuh keyakinan.
Daud mendasarkan doanya dengan keyakinan: "sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari." Bimbingan bukan hanya tentang arahan, tetapi tentang hubungan. Karena Allah adalah Juruselamat kita, kita dapat sepenuhnya mempercayai bimbingan-Nya. Harapan kita tidak sementara, tetapi tetap teguh di dalam Dia sepanjang hari, dalam segala keadaan.
Refleksi :
Kemana kita cenderung mencari bimbingan terlebih dahulu pada saat mengalami kesulitan atau tantangan?
Apakah kita lari kepada kawan atau kerabat, media, atau diri kita sendiri, sebelum akhirnya berpaling kepada Tuhan?
Apakah kita terbuka untuk diajar dan dikoreksi oleh Tuhan, bahkan ketika hal itu bertentangan dengan kenyamanan atau logika kita?
Bagaimana kita dapat dengan sengaja menaruh harapan kepada Tuhan hari ini, alih-alih pada solusi atau hasil sementara?
Mazmur 25:5 mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup tidak untuk dijalani sendirian. Kebenaran Allah membimbing kita, ajaran-Nya membentuk kita, dan keselamatan-Nya menjamin kita. Saat kita berserah setiap hari kepada pimpinan-Nya, harapan kita biarlah tetap teguh, apa pun jalan yang kita hadapi.
Referensi





Comments